menikmati langit senja disini,dari ratusan tempat yang pernah kusinggahi
rasanya tak ada yang berbeda,
dan mentari pun selalu tergesa untuk pergi
biru kemerahan warna yang ditinggalkannya
menemani hati yang sepi
penuntun jalan untuk menemukan diri
walau awan hitam kadang mengusiknya,
tetap saja keindahannya tak dapat terganti
lalu,
satu persatu lampu jalan mulai beraksi
diiringi lantang suara adzan yang dikumandangkan
memaksa gerombolan kelelawar untuk segera menari
dan kini,
senja memang t'lah berlalu
tanpa memberitahu siapa diri
hanya harapan yang tersisa
semoga selalu terjaga dalam do'a
Sunter, 16 Mei 2011
No comments:
Post a Comment