Sampai hari ini, saya merasa orang yang beruntung. Banyak pengalaman indah yang saya dapat dari perusahaan lama tempat saya bekerja dulu, walau mungkin dari segi materi (uang) saya kalah jauh dengan kawan-kawan saya yang lain, tapi saya tidak pernah menyesalinya. Salah satu pengalaman indah yang tidak akan mungkin saya lupakan, hampir semua daerah di provinsi Sumatera Selatan pernah saya kunjungi. Mulai dari daerah pedesaan yang dihuni penduduk asli, sampai daerah transmigrasi yang hanya bisa diakses melalui jalur sungai menggunakan speed boat.
Meski daerah Sumatera Selatan termasuk dataran rendah, tapi ada satu tempat yang bisa membuat saya tidak berani mandi kalau sudah waktu sudah melewati maghrib. Tempat itu adalah kota Pagaralam yang terkenal dengan gunung Dempo nya. Hanya sesekali saya mendapatkan kesempatan kerja di site area Pagaralam, itupun tidak pernah lama. Kadang hanya menginap semalam, dua malam, bahkan pernah jam 5 pagi saya bersama team berangkat dari Palembang, sesampai disana bekerja 3 jam setelah selesai kami langsung balik ke Palembang.
Perjalanan yang ekstrim karena melewati lereng-lereng gunung, ditambah pemandangan bukit dan perkebunan sayur yang hijau membuat perjalanan terasa begitu menyenangkan. Sesampai di site biasanya kami langsung mencari warung kopi, daerah Pagaralam merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di daerah Sumatera. Dan kopi yang dijual daerah sana juga masih kopi yang benar-benar asli, belum ada campuran bahan lain seperti kopi yang sudah dikemas oleh pabrik-pabrik. Penginapan langganan kami (saya lupa namanya) bukanlah Hotel mewah, tapi justru itu yang membuat saya benar-benar bisa menikmati segarnya udara daerah tersebut.
Kata terakhir yang saya sebut diatas juga menjadi salah satu hal yang membuat saya begitu suka dengan daerah tersebut. Maklum saja hampir selama 2,5 tahun saya muter-muter di daerah Sumatera Selatan, jarang sekali saya saya menemui warga asli begitu ramah terhadap orang yang baru saja dikenal. Kawan saya pernah mengalami, waktu team-nya tiba di daerah Dempo Utara sekitar jam 2 dini hari. Kawan saya merasa sungkan mau membangunkan penjaga site, karena dikejar deadline, team-nya memilih langsung bekerja saat itu juga. Jika ditempat lain mungkin mereka akan diteriaki maling ataupun akan diusir oleh warga setempat, tapi hal itu tidak terjadi di Pagaralam. Bahkan penjaga site yang terbangun gara-gara suara berisik malah menyuguhkan kopi untuk team-nya. Sungguh luar biasa ramah warga didaerah kaki gunung Dempo.
Dua foto kawan saya diatas rasanya sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana asri-nya daerah kaki gunung Dempo. Saya berharap, suatu hari nanti saya bisa kembali kesana.
No comments:
Post a Comment